|
Terbangun dari Mimpi
Jumat, 04 Juli 2014 09.27
"udah nyerah gitu aja?" 2014. Saat itu, waktu sedikit apapun sangat berharga buat kami untuk saling kontak sama lain. Syukur-syukur, bisa bertatap muka/ketemuan juga udah Alhamdulillah banget. Ya, dia yang sedang memiliki amanah besar dan tanggung jawab yang cukup berat sehingga waktu buat saya berkurang. Aku berharap waktu untuk Allah tetap utuh. Kami berdua menyadarinya, dia selalu merinci kesibukan tiap harinya kepadaku, dan aku selalu mendukungnya. Apapun itu, aku berusaha untuk memakluminya. Sampai-sampai kami berdua menahan rasa rindu yang mendalam, terutama untuk aku pribadi. Yasudahlah, tetap jalani hidup apapun itu rintangannya, aku percaya dia dapat melewati itu semua. Dia tahu apa yang aku rasa, akupun cukup tau apa yang dia rasa, kami berdua dari dulu hingga saat itu masih selalu percaya dengan kata-kata "Semua akan indah pada waktunya". Toh kita yang menjalankan berdua, kita yang merasakan pahit untuk melaluinya, dan semua akan terbayar dengan akan indah pada waktunya. Ternyata pada suatu hari kamu terjebak melakukan suatu hal yang membuatku cukup cemburu karna kamu berulangkali melakukan hal yang tidak wajar. Tidak wajar. Sekali lagi tidak wajar. Berulang kali aku mengutarakannya, tapi hahhh entahlah. Sampai berujung seperti ini. Tidak. Aku tidak ingin terus kaya gini. Terjebak dalam suatu momen yang membuatku diam. Aku harus bergerak, bergerak, bergerak kemana aja asal itu jalan yang positif. Hargailah keputusannya seperti dia menghargai keputusanmu |
|